KESAKSIAN AL-QURAN TENTANG ALKITAB 

PENYEBARAN ALKITAB

Penyebaran Alkitab sampai di luar kekaisaran Romawi.
Hal ini terlihat dari beberapa pernyataan yang diberikan oleh Muhammad.
Diantaranya, Qs 10:94, Allah meminta jika Muhammad ragu-ragu baiknya ia bertanya kepada “orang orang yang membaca kitab sebelumnya” (yaitu kitab orang Yahudi dan Kristen).

Juga dalam Qs 4:162-163, Allah menyatakan bila beriman pada “apa yang telah diturunkan sebelummu” (AlKitab) mendapat pahala besar. Qs 35:31 dikatakan, Allah memang mewahyukan Alkitab dan itulah yang benar. Pada Qs 4:136 Allah memerintah supaya beriman kepada kitab-kitab sebelumnya (Alkitab). Dan terakhir Qs 5:48, Al-Quran membenarkan kitab-kitab sebelumnya

TUDUHAN BAHWA ALKITAB DIPALSUKAN

Ilham yang didapat oleh Muhammad bukan hanya mengakui kebenaran Alkitab, tetapi juga kemudian menuduh Alkitab sudah dipalsukan.
Contohnya:
Muhammad mengatakan bahwa orang Yahudi yang mengubah Alkitab (Qs 2:75, 146; QS 3:78; Qs 4:46).

Kemudian, Muhammad mengatakan orang Yahudi mau bercerita jika dibayar (Qs 2:41, 79). Muhammad menuduh orang Yahudi menyembunyikan kebenaran (Qs 2:42, 146; Qs 3: 71). Terakhir, Muhammad menuduh orang Yahudi dan orang Kristen melupakan firman Allah (Qs 5:13-14).


BERPIKIR SECARA AKAL SEHAT

Untuk menyatakan sesuatu salah atau benar, kita perlu memakai dalil “aqli”, yang berarti sesuatu dinyatakan benar atau salah.
Jika kebenaran atau kesalahan dapat dibuktikan berdasarkan data-data autentik atau akurat yang dapat diterima atau ditolak oleh pikiran sehat manusia.

PERHATIKAN PERTANYAAN-PERTANYAAN DIBAWA

Pertama,
Kapan Alkitab dipalsukan?
Alkitab telah tersebar di seluruh bahkan di luar kekaisaran Romawi.
Jika Perjanjian Lama telah dibukukan tahun 400 BC, maka ada selisih 1000 tahun dengan Muhammad mendapatkan wahyu pertamanya tahun 610 H.
Sedangkan Perjanjian Baru dibukukan tahun 397 AD.
Ada selisih 200-an tahun dengan Muhammad mendapatkan wahyu pertamanya tahun 610H.

Kedua,
Mengapa Allah begitu mudah berubah?
Tahun-tahun pertama Muhammad mendapat ilham, Allah mengatakan Alkitab benar.
Namun tahun berikutnya, Allah mengatakan sudah tidak benar.
Allah seperti apakah jika perkataan-Nya berubah-ubah...??????????

Ketiga,
Apakah orang Yahudi dan Kristen mau bekerja sama dalam memalsukan Alkitab?
Hal yang sama dengan aliran Islam Shia, tidak mungkin bekerja-sama dengan Islam Sunni (sekalipun sama-sama beragama Islam).
Orang Yahudi sendiri berbeda keyakinan dengan orang Kristen, dan agama Yahudi bukan agama Kristen.

PERHATIKAN JUGA INI

Perhatikanlah kesaksian Allah sendiri tentang Firman-Nya:
“Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya” (Kitab Nabi Besar Yesaya 40:8).


Terimakasih telah membaca artikel ini:
Jika anda ingin mengirim pesan khusus kepada saya silahkan kirim ke

 
john.lambai@yahoo.com